KELUARGA, CERITA, PSIKOLOGI, UMUM,

My photo
Just Ordinary Person Who Like Write (desktop mode to see more space view)
Powered By Blogger
Powered by Blogger.
RSS

DAMPAK BERMAIN GAME, POSITIF ATAU NEGATIF?





            Baru – baru ini atau lebih tepatnya pasca penembakan di Masjid Al Noor dan Linwood Islamic Center di Christchurch, Selandia baru, para gamers dikejutkan dengan sebuah kabar bahwa Majelis Ulama Indonesia atau MUI telah mempertimbangkan untuk mengharamkan PUBG khususnya dan game secara umum. Sebab beberapa pihak mengatakan bahwa salah satu penyebab penembakan di Selandia baru tersebut dipicu oleh dampak negatif dari bermain game, dalam hal ini game yang berbau kekerasan seperti halnya PUBG. Apa benar kayak gitu? Jadi game PUBG  di haramkan dong? Bagaimana nasib game yang lain?

            Hal pertama yang harus kita pahami terlebih dahulu adalah apa manfaat dan kerugiaan dari bermain game yang dirasakan buat para gamers atau pemainnya. Pertama dari sisi manfaat, game itu bisa bikin para pemainnya tahu bahasa inggris, baik pasif ataupun aktif. Selain itu game ini bisa menjadi hiburan tersendiri, khususnya bagi mereka yang anak rumahan. Game pun bagi sebagian orang terbukti sebagai media untuk menghemat keuangan, sebab dengan bermain game kita nggak perlu menghabiskan uang untuk jalan – jalan nggak jelas ke sana kemari, nggak perlu shooping – shooping, nggak perlu traveling – traveling dan lain – lain yang bikin pengeluaran pribadi kita membengkak. Kalaupun ada pengeluaran, paling buat beli minuman sama snack aja udah cukup buat temenin nge-game. Selain itu, game juga bisa bikin anak – anak mudah terhindar dari pergaulan bebas, bisa juga mempererat hubungan antar anggota keluarga karena anak cenderung jadi lebih suka dirumah, biasanya sih ayah dan anak (laki – laki), asalkan nggak berlebihan ya.  

            Setelah tahu manfaat atau dampak positifnya, maka coba ketahui dampak negatifnya atau kerugian dari main game. Pertama, lupa waktu. Dengan bermain game bisa bikin orang khususnya anak – anak ketagihan. Kalau udah ketagihan, mainnya pasti berlebihan. Kalau main game berlebihan seringkali bikin lupa waktu yang ujung – ujungnya jadi lupa beribadah, lupa tidur atau tidurnya larut malam alias menyakiti diri sendiri alias mengundang penyakit, bikin lupa sama istri atau suami atau anak, lupa atau malas atau menunda bikin tugas. Kedua, pengaruh negatif moral. Yang kedua ini lebih dikhususkan ke game online, khususnya lagi game online yang gratisan atau murah dimana seringkali banyak dijumpai kata – kata maupun kalimat mutiara yang keluar dari para players, baik lisan maupun tulisan. Kata  - kata mutiara ini yang kemudian menular dari player satu ke player lainnya, baik player remaja atau dewasa umumnya maupun players anak – anak khususnya yang tentunya mempengaruhi emosi dan moral. Apalagi mengingat masyarakat Indonesia khususnya kalangan mudanya tu kebanyakan cenderung ikutin apa yang lagi tren, tanpa dipikirin lebih dalam lagi terkait baik-buruknya sehingga hal – hal yang lagi nge tren sekalipun itu negatif dianggap wajar oleh orang khususnya kalangan muda, “kalau nggak gitu nggak gaul” barangkali begitu. Apalagi jika game yang dimainkan tersebut mengandung nilai moral yang negatif, maka semakin buruklah dampaknya kepada kita khususnya anak muda lebih khususnya lagi anak – anak yang belum tahu membedakan mana yang baik dan buruk.

            Terkait game PUBG sendiri sebenarnya menurut penulis itu game yang mengandung hal negatif didalamnya. Kenapa? Sederhana aja, karena dalam game itu nggak ada pihak yang baik dan pihak yang buruk. Semua saling melukai dan membunuh untuk bertahan hidup. Menurut penulis, game ini setidaknya nggak seharusnya dikonsumsi anak – anak. Tapi secara umum, sebenarnya bukan cuma game ini kok yang bisa berdampak buruk buat kita. So, menurut penulis, apakah game khususnya PUBG itu haram?

            Secara khusus, melihat realita yang ada, game – game seperti PUBG dan Mobile Legend termasuk yang haram. Sebab banyak pemain yang menggunakan kata kotor dan menghina player lainnya (secara lisan maupun tulisan) yang tentunya perilaku tersebut menular ke player lain dan dari pihak perusahaan game-nya sendiri kayak nggak ada usaha buat menghilangkan permasalahan moral tersebut dan terkesan hanya nyari untung doang. Akan tetapi, jika dipandang secara keseluruhan apakah game itu haram atau haram ya tergantung dari konten yang ada dalam game tersebut dan diri kita masing – masing. Kalau kontennya negatif dan kita cenderung berlebihan yang bikin Ahklak atau perilaku kita buruk, suka menghina dan menggunakan kata – kata kotor dan lain - lain, khususnya lupa beribadah maka game tersebut haram buat kita dan sebaiknya ditinggalkan. Karena jelas, Allah SWT melarang atau mengharamkan yang buruk – buruk dan menghalalkan yang baik – baik.  Atau seperti halnya minuman keras dilarang karena lebih banyak dan besar keburukan atau dampak negatifnya jika dibandingkan dengan dampak positifnya. Allahualam. Semoga dengan ini kita bisa jadi gamers yang lebih bijak dalam menilai dan memilih ya . . :-)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Post a Comment